Pada Snow Leopard, Apple menyematkan sejumlah fitur baru di dalam lingkungan Mac yang belum pernah ada di sistem operasi sebelumnya, termasuk Finder versi 64-bit, Mail, iCal, iChat, dan browser Web Safari terbaru.
Tak hanya itu, Snow Leopard juga menyajikan teknologi multithreading baru yang bernama Grand Central Dispatch. Teknologi yang sudah familiar bagi kalangan gamers dan beberapa penikmat grafis ini, menyuguhkan kekuatan maksimal untuk proses grafis dan penanganan kinerja sistem yang berat.
Bagi pelanggan korporat, Snow Leopard menghadirkan Microsoft Exchange Server 2007 yang sudah built-in. Dengan fitur ini, Apple berharap dapat memperbesar pangsa pasarnya, terutama di segmen enterprise dan UKM.
Dengan kemampuan yang luar biasa seperti itu, tak heran jika pre-sales Snow Leopard jumlahnya sangatlah besar. Di Amazon, Snow Leopard menjadi penjualan software terpopuler minggu ini, diikuti Snow Leopard Family Pack di posisi kedua, seperti VIVAnews lansir dari laman peringkat penjualan Amazon.
Sebelum diluncurkan, Amazon bahkan sempat mengurangi harga penujualan retail Snow Leopard sekitar 14 persen, dari US$29 atau setara 290 ribu rupiah menjadi US$ 25 atau setara 250 ribu rupiah. Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait penjualan Snow Leopard di Indonesia, baik harga maupun ketersediaannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar